Assalamu'alaikum wr wb
Salam sejahtera bagi kita semua , shalom om swastiastu ,namo budaya , salam kebajikan . Rahayu Rahayu Rahayu sedoyo .
Tergerak hati saya ketika 2 tahun yang lalu Ibu Lurah terjabat saat itu yaitu Ibu Yunita Rachmawati yang memberikan pr kepada saya untuk menelisik siapa sih Mbah Joyo itu ? Siapa beliau ? Dan apa yang telah beliau torehkan di kampung tercinta kami Dinoyo Surabaya . Sampai nama beliau begitu kental di masyarakat setempat dengan adat istiadat budaya yang begitu tertanam .
Dengan sebuah adat dimana ada "KETAN INTIP" yang selalu ada ketika kami , warga sekitar harus menyajikan dan menyediakannya saat acara pindah rumah , pernikahan , dan acara sakral lainnya . Itupun dengan syarat (pada generasi terdahulu ) yang boleh membuat hanya seorang janda tua yang sudah tidak bisa memiliki anak .
Dengan cerita rakyat yang sedikit dibalut dengan nuansa lain .
Baru setelah secara tidak sengaja saya tiba-tiba pada Januari 2019 harus mendampingi kunjungan dari dinas terkait dan testis dari sebuah universitas ternama di surabaya yaitu ITS . Saya dan beberapa perangkat kampung jujugan pertama yaitu ke makam Mbah Cagak Joyo Prawiro ( Mbah Joyo ) yang ternyata baru setelah saya sowan ke beliau akhirnya saya mengetaui bahwa beliau seorang sesepuh kampung yang sangat disegani pada jamannya.
Mbah Cagak Joyo Prawiro , beliau adalah seorang perwira perang terakhir pada jaman kerajaan Majapahit . Yang notabene sangat tegas dengan dituturkan oleh beberapa sesepuh kampung berperawakan tinggi gagah dengan memakai mahkota menunggangi seekor kuda gagah dan didampingi oleh seekor anjing hitam yang setia . Sungguh saya merasa bangga dengan asal usul sejarah beliau .
Layak jika generasi penerus kampung Dinoyo kami tercinta dikenal dengan perangai pemberani karena mau tidak mau darah perwira pejuang sudah mengalir di darah kami .
Berbagai kisah cerita dan juga penuturan dari berbagai pihak saya simak dan rekam dengan baik . Disini perjalanan sejarah saya dimulai dengan menelusuri kisah dan cerita rakyat tentang kerajaan Majapahit.
Semoga di torehan saya selanjutnya dapat menuturkan lagi kisah dari Kampung Dinoyo dan Mbah Joyo .
Wassalamu'alaikum wr wb
Indri
Dinoyo - Surabaya
24 Juli 2019
Salam sejahtera bagi kita semua , shalom om swastiastu ,namo budaya , salam kebajikan . Rahayu Rahayu Rahayu sedoyo .
Tergerak hati saya ketika 2 tahun yang lalu Ibu Lurah terjabat saat itu yaitu Ibu Yunita Rachmawati yang memberikan pr kepada saya untuk menelisik siapa sih Mbah Joyo itu ? Siapa beliau ? Dan apa yang telah beliau torehkan di kampung tercinta kami Dinoyo Surabaya . Sampai nama beliau begitu kental di masyarakat setempat dengan adat istiadat budaya yang begitu tertanam .
Dengan sebuah adat dimana ada "KETAN INTIP" yang selalu ada ketika kami , warga sekitar harus menyajikan dan menyediakannya saat acara pindah rumah , pernikahan , dan acara sakral lainnya . Itupun dengan syarat (pada generasi terdahulu ) yang boleh membuat hanya seorang janda tua yang sudah tidak bisa memiliki anak .
Dengan cerita rakyat yang sedikit dibalut dengan nuansa lain .
Baru setelah secara tidak sengaja saya tiba-tiba pada Januari 2019 harus mendampingi kunjungan dari dinas terkait dan testis dari sebuah universitas ternama di surabaya yaitu ITS . Saya dan beberapa perangkat kampung jujugan pertama yaitu ke makam Mbah Cagak Joyo Prawiro ( Mbah Joyo ) yang ternyata baru setelah saya sowan ke beliau akhirnya saya mengetaui bahwa beliau seorang sesepuh kampung yang sangat disegani pada jamannya.
Mbah Cagak Joyo Prawiro , beliau adalah seorang perwira perang terakhir pada jaman kerajaan Majapahit . Yang notabene sangat tegas dengan dituturkan oleh beberapa sesepuh kampung berperawakan tinggi gagah dengan memakai mahkota menunggangi seekor kuda gagah dan didampingi oleh seekor anjing hitam yang setia . Sungguh saya merasa bangga dengan asal usul sejarah beliau .
Layak jika generasi penerus kampung Dinoyo kami tercinta dikenal dengan perangai pemberani karena mau tidak mau darah perwira pejuang sudah mengalir di darah kami .
Berbagai kisah cerita dan juga penuturan dari berbagai pihak saya simak dan rekam dengan baik . Disini perjalanan sejarah saya dimulai dengan menelusuri kisah dan cerita rakyat tentang kerajaan Majapahit.
Semoga di torehan saya selanjutnya dapat menuturkan lagi kisah dari Kampung Dinoyo dan Mbah Joyo .
Wassalamu'alaikum wr wb
Indri
Dinoyo - Surabaya
24 Juli 2019


Nambah lagi pengetehauan saya tentang sejarah yang ada di surabaya, terimakasih tulisannya mbak indri, senang bacanya. Lanjutkan dan aku tunggu sejarah lainnya .
ReplyDeleteAlhamdulillah makasih mb Afifah atas apresiasinya salam untuk keluarga dirumah😊
ReplyDelete